Jumat, 16 September 2016

Preview Tizen Store Regional Indonesia


Tizen Store versi regional Indonesia telah hadir. Biarpun smartphone Samsung Z2 belum dirilis di Indonesia, nampaknya Samsung Electronics telah melakukan start duluan untuk Tizen Store dengan melakukan launching Tizen Store Regional Indonesia. Sebelumnya jika kita memiliki smartphone berplatform Tizen (Z1 atau Z3), Tizen Store hanya bisa diakses untuk versi negara lain (India, dll).

Tampilan yang sudah menggunakan bahasa Indonesia

Sekitar tanggal 25 Agustus, saat penulis membuka Tizen Store, ternyata halaman Kategori sudah menggunakan bahasa Indonesia, biarpun secara umum bagian lain masih berbahasa Inggris.

Halaman Aplikasi juga menggunakan bahasa Indonesia, tetapi agak aneh seperti menggunakan translator otomatis. Kemudian halaman aplikasi berbayar juga telah menggunakan currency (mata uang) Rupiah. Nampaknya ini menunjukkan bahwa penulis sedang mengakses Tizen Store regional Indonesia, persiapan Samsung merilis smartphone Z2 di Indonesia.




Terjemahan yang aneh, seperti menggunakan translator otomatis:



Interface



Tizen Store memiliki tab atas yang terbagi menjadi:
  • Categories
  • Featured
  • Top Free
  • Top Paid
  • New Free
  • New Paid

Dibandingkan dengan Playstore milik Android dan App Store milik iOS, Tizen terkesan lebih sederhana tampilannya, sangat mudah digunakan, tidak terkesan semrawut. Dari pengalaman penulis mengakses Market/Store, yang paling cepat adalah yang terdapat pada Blackberry 10, Tizen Store tergolong cepat (kecuali search bar), tapi memang belum menjadi tercepat jika dibanding pesaing lainnya, terutama dibandingkan Blacberry 10 (seperti pengalaman waktu loading). Tetapi pada versi terbaru ini, bug yang muncul sudah minim, dibandingkan dengan awal-awal saat penulis menggunakan Z3, dimana pernah ada bug seperti gambar thumbnail yang tidak muncul atau terlalu lambat untuk muncul, termasuk gambar screenshotnya. Tetapi sejak versi 1.5.0, hal seperti itu sudah tidak pernah muncul lagi.

Mungkin yang menggunakan smartphone Android akan lebih familiar dengan tampilan Tizen Store, terutama karena memiliki kemiripan tampilan ditambah lebih sederhana di beberapa sisi.


Fitur


Beberapa fitur utama yang terdapat pada Tizen Store adalah:
  • Disable Load Images, sehingga menghemat penggunaan data
  • Auto Update Tizen Store 
  • Auto Update applications (always / Wi-Fi only / off)
  • Pembayaran menggunakan Voucher 

Beberapa poin penting temuan penulis:
  • Tizen terkesan lebih ketat dibanding Android dalam hal aplikasi di Market/Store, ada kemungkinan hasil search result biasa di filter berdasarkan Model device, Regional, Tizen Store Version, Tizen Version, Firmware version, resolusi layar, spesifikasi CPU/RAM/GPU. Sehingga pengembang harus sering memantau perkembangan update platform Tizen jika tidak mau aplikasi nya menghilang begitu saja atau tidak muncul dari search result Tizen Store. Contoh kasus yang pernah terjadi adalah aplikasi Neutron Player, awalnya penulis mau mendownloadnya tetapi ditunda, besoknya ketika dicek ulang sudah menghilang, mungkin karena saya update device atau Tizen Store ada update ke versi lebih baru.
  • Aplikasi di Tizen store sering kali menghilang dari peredaran, mungkin karena di removed pengembang aplikasinya, atau di removed oleh Samsung sendiri, atau karena tidak di update oleh pengembangnya sehingga tidak muncul lagi, contoh kasus adalah aplikasi populer Telegram (pernah muncul 2 aplikasi berbeda dan masih terinstall di smartphone Z3 milik penulis).
  • Selama aplikasi tersebut pernah terinstall di smartphone, maka ada tombol re-install, jadi biarpun aplikasi tersebut telah di removed dari Tizen Store dan Anda telah meng-uninstallnya, masih tetap bisa melakukan instalasi ulang.
  • Sejak berubah ke Tizen Store regional Indonesia, beberapa aplikasi tidak muncul saat di search, seperti ACL dan aplikasi-aplikasi yang menggunakan ACL untuk menjalankannya.   Sekarang ACL telah muncul di Tizen Store regional Indonesia, bersama dengan aplikasi-aplikasi yang memerlukan ACL untuk menjalankannya seperti MX Player, SHAREit, dll. Tetapi Angry Birds masih belum ada.

Contoh Tampilan Aplikasi Top di setiap kategori




Aplikasi terkenal di Tizen Store yang menjadi rekomendasi penulis:
  • Whatsapp
  • Facebook
  • WeChat (hanya terdapat pada Z3)
  • Facebook Messenger
  • Instagram
  • Asphalt 8
  • Asphalt Nitro (hanya demo, upgrade ke full version hanya berlaku sementara di India saja)
  • Angry Birds (via ACL)
  • MX Player (via ACL)
  • Smart Switch Mobile (bawaan)
  • Shark Dash
  • VLC Player
  • UNO
  • TrueCaller (bawaan)
  • McAfee (bawaan)
  • HERE maps (bawaan)
  • Opera Mini
  • Minion Rush
  • SHAREit
  • Always On Display
  • Photo Genie
  • UC Mini dan UC Browser
  • Telegram (sudah hilang)
  • Neutron Player (sudah hilang)
  • Plants vs Zombies
  • Tetris


Aplikasi Karya Anak Bangsa

Belakangan ini banyak aplikasi karya pengembang Indonesia yang bermunculan di Tizen Store sebagai hasil dari kompetisi Indonesia Next Apps 3.0 yang diselenggarakan oleh Samsung Indonesia dan Daily Social. Diperkirakan telah lebih dari 250 aplikasi buatan pengembang Indonesia yang sudah beredar di Tizen Store. Berdasarkan pantauan penulis, berikut sebagian nama-nama aplikasi karya pengembang tanah air yang muncul:






Beberapa hal negatif yang masih ditemui penulis:
  • Saat mengetik di search bar, kinerjanya kurang mulus, terkadang terasa lag disebabkan saat kita mengetik maka engine pencari ikut mencari bersamaan secara real time, saat penulis menguji clear all search history, langsung jadi lancar. Harusnya tanpa clear history tetap lancar seperti platform lainnya.
  • Terkadang Tizen Store sulit diakses saat menggunakan Wi-Fi (blank page kosong/putih, tapi jarang terjadi)
  • Saat update aplikasi sering muncul error "Service not available. (0x413ee)". Sampai saat ini penulis tidak bisa update Facebook dan ACL.(sering terjadi sejak pertama kali menggunakan smartphone Z3)
  • Biasa pertama kali masuk Tizen Store setelah reboot, sign-in nya agak lama. Semoga pas Z2 masuk di Indonesia sudah diperbaiki, karena status smartphone Z3 milik penulis bukanlah smartphone resmi Tizen yang ditujukan untuk pasar Indonesia.
  • Ada bug yang menyebabkan hampir semua list dan history app download menjadi hilang (cuma 3 yang muncul padahal penulis pernah mendownload puluhan aplikasi dan mayoritas masih ada di perangkat), ini terjadi disaat Tizen Store sudah berubah menjadi regional Indonesia.

 


Kesimpulan

Setiap pengguna yang pertama kali menggunakan smartphone berplatform Tizen, pasti pertama kali yang dikomplain adalah tentang jumlah aplikasi yang minim dibandingkan platform lain yang sudah matang seperti iOS maupun Android. Jadi diharapkan jika Anda tidak siap untuk menerima konsekuensi tersebut, lebih baik bersabar menunggu perkembangan ekosistem Tizen. Kita tidak bisa memaksa pengembang atau pihak Samsung untuk merilis aplikasi terkenal yang ada di platform lain untuk hadir di Tizen secepat mungkin, karena Tizen ibarat masih sebuah platform yang masih bayi.


Disclaimer:

Preview ini dibuat berdasarkan Tizen Store versi 1.5 dan Samsung Z3, yang dimana smartphone dengan OS Tizen belum secara resmi masuk pasar Indonesia. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar